Archive | Recent

Sistem FRS Baru Cegah ‘Tragedi’

Posted on 04 September 2010 by pimut

Realisasi Sistem FRS Baru di Jurusan Teknik Kimia ITS

Antusiasme mahasiswa Teknik Kimia ITS pada pekan Forum Rencana Studi (FRS) tanggal 23-27 Agustus 2010 lalu tidak lagi membuahkan tragedi seperti yang terjadi di semester lalu. Tragedi yang dimaksudkan adalah pencurian mata kuliah secara online oleh mahasiswa Teknik Kimia sendiri. Selain sistem FRS yang kini sudah bisa diakses menggunakan internet di seluruh Indonesia, pihak jurusan juga telah memperbaharui sistem FRS semester lalu sebagai antisipasi terulangnya tragedi FRS yang pernah terjadi. Sistem FRS yang baru  tidak memungkinkan para mahasiswa beda angkatan berebut mata kuliah di waktu yang sama.

Berdasarkan forum mengenai FRS antara jurusan dan mahasiswa, telah disepakati hasil yang menunjukkan adanya pembagian waktu dalam pengisian FRS untuk tiap angkatan. Hasil forum mewajibkan angkatan 2007 dan angkatan di atasnya melakukan FRS pada hari Senin pukul 07.00 WIB. Sedangkan angkatan 2008 diperbolehkan melakukan pengisian FRS pada hari Selasa pukul 07.00 WIB dan angkatan 2009 pada hari Rabu di waktu yang sama. Hasil kesepakatan juga melarang para mahasiswa mengisi FRS sebelum hari yang sudah ditetapkan.

“Mahasiswa yang lebih senior memiliki sisa SKS (Satuan Kredit Semester, red) yang sedikit dan cenderung lebih santai saat pengisian FRS, sehingga mereka kalah cepat dengan adik-adiknya yang berusaha mengambil jumlah SKS secara penuh, yaitu 24 SKS. Karena itu memang menjadi hak mereka. Hal itu kemudian mengakibatkan banyak mahasiswa yang lebih senior tidak mendapatkan kelas,” tutur Ibu Nuniek selaku Kepala Bagian Pengajaran Teknik Kimia ITS.

Namun, setelah berlangsungnya FRS minggu lalu, agaknya Ibu Nunik masih menjumpai kekurangan dengan sistem FRS baru yang telah diterapkan. Beliau masih terus berusaha mengevaluasi sistem yang baru ini demi kelancaran FRS di semester-semester selanjutnya.

“Yang masih perlu diperbaiki adalah mengenai kuota kelas. Seperti kita ketahui, kuota maksimal per kelas adalah 40 mahasiswa. Namun pada kenyataannya jumlah kuota tersebut tidak mencukupi, karena ada mahasiswa yang mengulang mata kuliah tersebut dan ada pula mahasiswa yang ingin menambah mata kuliah yang bukan mata kuliah di semesternya.

Bahkan terakhir kali saya mendapati masih banyak mahasiswa yang mengulang mata kuliah hanya karena tidak puas dengan nilai yang sudah didapat, seperti misalnya mereka yang mendapat nilai C. Padahal dengan nilai itu mereka masih bisa lulus, “ tambah Ibu Nuniek.

Mahasiswa sendiri menilai sistem FRS yang baru lebih teratur dibandingkan dengan sistem FRS yang diterapkan sebelumnya. Lely Andarwati, sekretaris Education Student Prosperity (ESP) Himatekk mengatakan, “Sistem yang sekarang memang lebih teratur, mengingat jika ada masalah FRS tiap angkatan yang sebelumnya terjadi sudah bisa ditangani. Dengan begitu dalam satu hari permasalahan satu angkatan dapat dikoordinir dengan cepat.”

Namun, sempat terjadi gangguan di hari pertama pengisian FRS yang menyebabkan mahasiswa angkatan 2007 dan angkatan di atasnya tidak bisa melakukan pengisian FRS sesuai jadwal. Bahkan pengisisan FRS baru bisa dilakukan berjam-jam setelah jadwal yang ditentukan, yaitu pukul 07.00 WIB. harus mengalami.

“Daftar mata kuliah tidak muncul tepat sesuai jam yang dijadwalkan karena ada masalah jaringan dari pusat yang bersifat teknis,” ujar Lely, menanggapi masalah gangguan sistem tersebut.

Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, pengisian FRS berjalan dengan lancer, walaupun sempat terjadi beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh angkatan 2008 dan 2009. Pelanggaran itu berupa “curi start” pengisian FRS, yaitu pengisian FRS lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Tindakan berupa sanksi tegas yang sebelumnya telah disepakati dalam forum antara jurusan dan mahasiswa ditegakkan dalam pelanggaran ini. Pihak pemantau FRS yang sebelumnya telah dibentuk sebagai pengawas mencantumkan nomor induk mahasiswa atau biasa dikenal dengan NRP para pelanggar di majalah dinding yang berada tepat di tengah pusat kampus Teknik Kimia, yaitu plasa Teknik Kimia ITS. (zu)

Comments (0)

Open Recrutment Emissivity

Tags: ,

Open Recrutment Emissivity

Posted on 20 August 2010 by pimut

Telah dibuka pendaftaran pengurus baru Emissivity periode 2010 – 2011 mulai tanggal 16 – 27 Agustus 2010.

Syarat pendaftar sebagai berikut:

1.  Mahasiswa teknik kimia ITS angkatan 2008 dan 2009

2. Mengisi form pendaftaran ( Form bisa di download di link ini atau bisa di ambil di depan kantor emissivity )

3. Mengumpulkan form pendaftaran lewat email di pers_tekkim@yahoo.com atau langsung ke kantor emissivity

4. Mengikuti screaning sesuai jadwal yang ditentukan

Ket:

*) Perbedaan bagian redaksi dan non redaksi, redaksi bekerja murni sebagai halnya jurnalisitik, seperti mencari berita, menulis artikel,editor, fotografi, dan mendesain layout sedangkan non redaksi bisa dikatakan fasilitator redaksi, bekerja di kewirausahaannya emissivity, HRDnya, dan mengadakan pelatihan – pelatihan jurnalistik.

Comments (0)

hita

Tags: ,

Buda-bun, Torehkan Prestasi di Pimnas

Posted on 17 August 2010 by pimut

Buda-bun rebut perak pada PIMNAS 2010

Buda-bun merupakan produk  sabun mandi dengan konsep yang unik, berupa sabun transparan dengan perpaduan berbagai jenis bunga segar yang terdapat di dalamnya. Dengan konsep unik dan sederhana inilah, buda-bun dapat dapat ‘meraih’ kesuksesan di Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) 2010 yang diadakan di Bali

Raih perak : Tim buda-bun meraih perak di PIMNAS 201o

Adalah ‘trio’ kebanggaan dari Teknik Kimia ITS; Hita Hamastuti, Ardila Hayu Tiwikrama, dan Fariz Hidayat yang merupakan creator dari sabun kreatif yang akhirnya diberi nama BUnga DAlam saBUn (Buda-bun). Dengan tujuan meningkatkan technopreneur dan branding ITS sebagai kampus teknologi kreatif, Buda-Bun diluncurkan sebagai salah satu produk yang bersaing di kancah Pimnas 2010. Setelah meraih sukses dengan merebut perak di Pimnas 2010, ketiga creator mengembangkan usaha buda-bun dengan merambah ke dunia souvenir. Terdapat beberapa macam produk buda-bun yang dipasarkan, yaitu budabun in love, budabun in glass, bola-bola budabun, dan gantungan kunci budabun.

macam-macam produk dari buda-bun

Pengembangan Buda-bun untuk menjadi salah satu usaha mandiri menjadi harapan pembuatnya

Comments (0)

Hitam-Putih Ramaikan Plasa Teknik Kimia ITS

Tags:

Hitam-Putih Ramaikan Plasa Teknik Kimia ITS

Posted on 15 August 2010 by pimut

Stanmaba 2010 Teknik Kimia ITS

Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB tepat. Para Mahasiswa Baru (maba) yang berpakaian kompak hitam-putih berkumpul membentuk lingkaran di tengah Plasa Teknik Kimia ITS. Sedangkan di sebelah timur dan utara, berjajar stan-stan yang beraneka ragam. Acara ini tidak lain adalah acara stanmaba 2010 Teknik Kimia ITS yang diadakan pada tanggal 11 Agustus 2010 yang lalu.

ANTUSIAS : Maba 2010 terlihat aktif mendengarkan penjelasan setiap stan

Acara pada sore itu diawali dengan pembukaan yang sekaligus menjadi penyambutan bagi mahasiswa baru 2010 Teknik Kimia ITS. Para maba dikelompokkan berdasarkan nomor induk mahasiswa atau biasa dikenal dengan NRP untuk kemudian dibagi dalam kunjungan ke tiap stan. Stan-stan yang berjumlah empat tersebut mewakili beberapa departemen dari Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatekk), yaitu Student Talent Development (Staldev) dan Enterpreneur and Competence (EnC), serta dua unit di Teknik Kimia ITS, yaitu Kajian Islam Nurul Ilmi (KINI) dan Emissivity Magazine (Ems).

Stan-stan yang ada memberikan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan departemen atau unit mereka pada para maba 2010. Banyak cara yang mereka lakukan, di antaranya dengan membagikan kuisioner, menampilkan karya-karya, menampilkan slide show, atau dengan cara menyampaikan informasi tersebut lewat tulisan-tulisan dengan bentuk yang menarik perhatian. Seperti misalnya yang dilakukan oleh departemen Staldev yang bergerak di bidang minat dan bakat. Mereka menuangkan infromasi mengenai klub-klub di departemen mereka melalui tulisan yang ditulis di atas kertas berbentuk unik, misal; informasi mengenai klub basket yang ditulis di atas kertas berbentuk bola basket 2D, begitu pula info mengenai bola volly, sepakbola, futsal, musik, dan lain-lain.

“Kami membuat mading (majalah dinding.red) berbentuk unik yang menginfokan deskripsi dan prestasi masing-masing klub dan juga menyebar kuisioner sebagai analisa raw material minat bakat maba 2010. Kami mempersiapkan semua ini jauh-jauh hari sebelum acara, “ ujar Head of Department (HoD) dari Staldev, Pramudito Aji Wicaksono.

Selain memberikan informasi yang dianggap penting untuk para maba 2010, kedua departemen dan kedua unit memanfaatkan momen stanmaba 2010 untuk berjualan berbagai macam asesoris seperti pin, stiker, buku-buku islami, jilbab, bahkan voucher pulsa. Seperti yang terlihat di stan Emissivity Magazine, selain foto-foto karya mereka yang berjajar di atas meja, terlihat juga beberapa pin yang bertuliskan kata-kata motivasi dengan desain menarik ikut pula dijajakan. Pada stan EnC yang memang bergerak di bidang entrepreneurship, dijajakan pin-pin, stiker, dan lainnya. Untuk stan KINI lebih bernuansa islami dan menjajakan barang-barang seperti jilbab, buku-buku religi, dan lainnya.

Selama 30 menit, keempat stan terlihat ramai dikerumuni para maba 2010 yang beberapa diantaranya sangat antusias mendengarkan informasi-informasi dari setiap stan. Banyak pula yang merogoh saku mereka untuk membeli bermacam-macam asesoris yang menarik perhatian. Selain itu, ada pula yang sibuk mengisi kuisioner. Salah satu maba 2010 bernama Raymond menuturkan, “Isi dari setiap stan menarik dan cukup baik dalam penyampaian infromasi sebagai awal-awal perkenalan. Namun sayang, penempatan stan terlalu berdekatan dan terlihat agak berantakan, jadi kesannya kurang persiapan.”

Comments (1)

Advertise Here

Photos from our Flickr stream

See all photos

Advertise Here

Pembaca dari Facebook

2

Fans

ON FACEBOOK